WhatsApp

PERAN SANTRI DAN LITERASI DI ERA DIGITAL

2026-05-22 11:48:50
Kini peran santri dalam dunia literasi terus berkembang. Banyaknya pondok pesantren yang menginisiasi kegiatan taman bacaan, komunitas literasi hingga pelatihan menulis dan berbagai konten edukatif melalui media sosial. Pondok pesantren merupakan wadah ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter. Menjadi hal yang terbiaasa kegiatan menulis, membaca, dan berdiskusi bagi para santri. Dengan kegiatan tersebut para santri tidak hanya memperdalam ilmu agama semata tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan keterampilan literasi yang kuat. Pentingnya para santri sebagai agen perubahan sosial, moral, dan intlektual yang turut membentuk peradaban bangsa. Namun, dibalik peran besarnya, dunia pesantren juga menghadapi tantangan baru. Perkembangan tekhnologi informasi menuntut setiap santri untuk memiliki kemampuan literasi yang memadai agar mampu menavigasi arus informasi yang begitu cepat. Santri berperan penting dalam literasi. Menggabungkan tradisi keilmuan Islam (tafaqquh fiddin) dengan literasi modern, digital, dan fungsional. Aktif dalam kelompok menulis, membaca, penerbitan, dan perpustakaan pesantren. Mereka bertindak sebagai penyebar informasi kredible, penggerak litersi di masyarakat, serta penjaga moral melalui literasi yang sehat. Literasi membantu santri memahami, menganalisis, dan mengaplikasikan ilmu agama secara mendalam bukan sekedar menghafal. Menyebarkan nilai-nilai moderat, toleransi, dan kedamaian. Selama ini kegiatan literasi di pondok pesantren lebih menekankan pada tradisi membaca kitab dibandingkan menulis, sehingga kemampuan santri dalam mengungkapkan gagasan, pemikiran kritis secara tertulis masih sangat terbatas. Padahal ketermapilan menulis penting untuk sarana dakwah, kekuatan akademik dan ekspresi diri. Melalui semangat belajar yang tinggi, santri menjadi motor kemajuan yang memadukan tradisi dan modernitas untuk Indonesia berpengetahuan. Kontributor: Neneng Salbiah Editor: N. Salbiah
##Annur #Pondokqu #N.Salbiah #Neneng Salbiah #KH Ahmad Shabri Lubis Kembali ke Berita